Saturday, August 19, 2017

Cerpen LOVE IS PAIN Part 1

Hai Readers kali ini aku kembali membawa salah satu cerpen karyaku, sebelumnya aku minta maaf apabila ada banyak kesalahan ini adalah cerpen pertamaku, cerpen ini murni hasil pemikiranku, semoga dapat menghibur ya readers..... SELAMAT MEMBACA.

Love is Pain

Matahari perlahan mulai menyinari bumi, tanda pagi hari telah tiba menyapa para penduduk bumi, burung berkicau menyambut datanganya pagi hari, seperti halnya Fara yang saat ini tengah disibukkan  dengan pikirannya yang penuh kekaguman akan cerahnya cuaca hari senin pagi ini, tidak seperti anak remaja lainnya yang selalu setia membenci hari senin, Fara justru selau menyukai hari senin, namun saat ditanya mengapa ia menyukai hari senin hanya jawaban seperti “entah”, “tidak tahu” atau bahkan “aku hanya suka saja”  yang selalu ia katakan, aneh bukan.

Fara POV

“Hmmm.. udara pagi hari memang sangatlah segar, senin memang selau menjadi hari terbaik.”
Hai namaku Adelia Faranisa Aznii, aku biasa di panggil Fara usiaku 17 tahun, aku anak kedua dari dua bersaudara, kakak Laki – laki ku yang bernama Dafa Rafif Arkan sekarang sudah menjadi Mahasiswa Semestar empat di Universitas Brawijaya ia hidup mandiri disana, sedangkan aku sendiri adalah seorang siswi SMA Bhakti Bangsa salah satu sekolah terbaik di Surabaya. Keluargaku bukanlah keluarga kaya, biaya sekolahku saat ini saja kudapatkan dari Beasiswa, tapi aku masih bersyukur karena aku tidak harus ikut banting tulang bekerja setiap hari untuk mencukupi kebutuhan hidup, pekerjaan ayah dan ibuku masih cukup untuk menghidupi aku dan kakakku.

“Fara Cepatlah keluar waktunya sarapan....” itu suara  ibuku, ibu yang selalu menyayangi anaknya tanpa pilih kasih.
“ iya bu, sebentar lagi..” aku segera mengambil tas sekolahku dan menghadap kaca untuk merapikan seragamku.
“ Selamat pagi semua....” sapaku sambil memasuki ruang makan sekaligus dapur di rumahku
“ Pagi juga sayang, cepatlah duduk jangan sampai kamu telat masuk sekolah.” Itu ayahku, ayah yang selalu memberikan nasihat yang membangun untuk anak – anaknya.
“ Fara, apakah kamu bisa bantu ibu di kebun sepulang sekolah nanti ?, ayahmu banyak pesanan hari ini.” Tanya ibuku sembari menikmati hidangan yang tersaji meja makan.
“ Tentu saja bu, aku rasa kelas musikku libur hari ini.” Sudah pasti aku menyetujui permintaan ibuku, karena berkebun merupakan satu – satunya hiburan yang bisa kulakukan.

Setelah itu kami kembali makan dengan tenang menikmati hidangan yang terasa sangat nikmat walaupun sangat sederhana.
“tok...tok...tok.... Fara...!!!”
“ Ayah Ibu aku rasa Kevin sudah datang menjemput, aku berangkat dulu” Pamitku sambil berdiri meletakkan piring kotor pada tempat cuci piring.
“iya, hati – hati dijalan, ini ibu buatkan bekal untukmu makanlah dengan kevin nanti.” Setelah menerima kotak bekal yang diberi ibu dan mencium tangan kedua orang tuaku, aku segera berjalan menuju pintu dan mengenakan sepatu.

Ketika aku membuka pintu, Kevin sudah menungguku dengan seragam yang sama seperti yang aku gunakan yang membedakan tentu saja dia menggunakan Celana sedangkan aku menggunakan rok.
“kau sudah siap ke sekolah ?” ia bertanya kepadaku ketika aku menghampirinya.
“tentu saja aku siap, memangnya kapan aku belum siap ketika kau datang ?” ucapku sambil memutar kedua bola mataku.
“baiklah – baiklah ayo naik..” ucapnya sambil mengusap rambutku

Aku segera menaiki sepedanya, kami memang selalu seperti ini berangkat sekolah dengan berboncengan menaiki sepeda.Jangan pernah berfikir kalau Kevin itu kekasihku, karena pada nyatanya dia hanyalah sahabatku sejak kecil, menurutku dia adalah sahabat yang selau ada ketika aku sedih maupun senang.

Meskipun Kevin  salah satu anak terkaya di Sekolah, tapi ia tidak pernah sombong dan memilih selalu hidup sederhana seperti sekarang ini, selain itu Kevin juga anak terpopuler disekolah, karena ketampanan dan  Prestasinya di kelas musik,  dimana dia menjabat sebagai seorang Ketua.


Kalau kalian bertanya apakah aku menyukainya, maka aku akan menjawab iya aku menyukainya, bukan hanya suka sebagai sahabat melainkan suka sebagaimana layaknya seorang perempuan kepada pria. Aku tidak pernah berani menyatakan perasaanku, karena aku tau  Kevin menyukai wanita lain yang jauh lebih sempurna dibandingkan diriku.

To be Continue......

Thanks For Read tunggu kelanjutannya ya.

No comments:

Post a Comment